Halaman


Selasa, 20 Agustus 2013

Kecanduan Ponsel Bikin Tampang Anda jadi Jelek!!!


Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan teknologi nirkabel, Qualcomm pada Juni lalu, sekitar 29 persen masyarakat mengalami kecanduan teknologi, khususnya ponsel. Bahkan, survei ini juga mengungkapkan bahwa ponsel adalah hal pertama dan terakhir yang dilihat setiap harinya, waktu bangun pagi dan sebelum tidur malam. 

Padahal yang kita lakukan setiap hari terhadap ponsel sama saja, mulai mengirim sms, foto-foto, atau mengakses internet dan cek media sosial. Kalau Anda termasuk golongan 
orang yang seperti ini, hati-hati jika lama-kelamaan tampang Anda jadi jelek. 

Menurut penelitian, sisi negatif ponsel bisa mengubah struktur dan tekstur kulit, dan ini sangat memengaruhi tampilan cantik Anda secara keseluruhan.

1. Lingkaran hitam di mata
Lewat sebuah penelitian di Wayne State University, Amerika, dan Karolinska Institute, Swedia, terungkap bahwa radiasi ponsel akan menyebabkan sakit kepala. Selain itu, radiasi ini juga akan mengganggu pola tidur Anda. 

Studi lain di Swedia menemukan bahwa kebanyakan anak muda biasa beraktivitas dengan ponsel sekitar satu jam tanpa henti. Hal ini akan menyebabkan Anda mengalami masalah tidur, stres, dan depresi. Jika Anda kurang tidur berhari-hari, lingkaran hitam di bawah mata pasti akan muncul. 

"Kurang tidur bisa menyebabkan meningkatnya kadar stres dan ini akan menyebabkan timbulnya lingkaran gelap dan kantung mata," ungkap dr Eric Schweiger, pemilik Clear Clinic di New York.

Solusinya adalah dengan mematikan ponsel sebelum Anda tidur. Jika memungkinkan, tinggalkan ponsel di meja yang jauh dari tempat tidur Anda. Namun, kalau ponsel benar-benar harus selalu ada di dekat Anda, kurangi tingkat pencahayaannya. Selain itu, pastikan untuk memegang ponsel setidaknya 35 cm dari wajah.

2. Keriput
Beberapa orang mungkin menyeting ukuran huruf di ponselnya dengan ukuran yang kecil. Akibatnya Anda selalu menyipitkan mata, dan ini yang menyebabkan dahi berkerut. Jika kerutan ini terjadi dalam frekuensi yang lama dan terus-menerus, maka kerutan ini akan menjadi keriput yang serius. 

"Ketika mata menyipit, maka otot wajah juga akan berkerut. Sebenarnya bisa diatasi dengan botox, namun Anda tetap harus melatih ekspresi wajah untuk mencegah terjadinya ekspresi ini," saran Schweiger. 

Kalau perawatan botox dirasa terlalu mahal, solusi paling mudah adalah mengubah ukuran huruf di ponsel jadi lebih besar. Dan, jangan lupa juga gunakan krim untuk mencegah keriput.

3. Kondisi kulit memburuk
Sebuah studi menunjukkan bahwa ponsel memiliki bakteri 18 kali lebih berbahaya dibanding pintu pegangan toilet umum. Bakteri berbahaya ini antara lain Staph, E.coli, dan Salmonella. Parahnya dalam satu hari, ponsel biasanya menempel di kulit wajah beberapa kali. 

"Bakteri dan minyak yang ada di layar ponsel ini bisa berasal dari berbagai tempat, misalnya makanan, atau meja. Hal ini akan membuat bakteri mudah melompat ke wajah dan menyebabkan jerawat serta infeksi," jelasnya. 

Solusinya, Schwiger menyarankan untuk selalu menggunakan lap mikrofiber untuk membersihkan sisa minyak di layar ponsel. Usahakan juga untuk melepaskan diri dari ponsel minimal sekali sehari.

4. Rahang kendur
Terus-menerus menatap ponsel ke bawah hanya untuk memeriksa e-mail, mengirim pesan, atau bermain game ternyata bisa membuat leher jadi kendur, keriput, atau menciptakan garis rahang. Untuk menghindari kondisi yang disebut leher kalkun (turkey neck) ini, Anda perlu melakukan operasi. 

Namun, cara yang paling mudah untuk menghindari terjadinya hal ini adalah dengan memegang ponsel dan menatapnya di depan Anda. "Ini memang bisa meminimalisasi risiko terjadinya turkey neck.Selain itu, penggunaan perangkat hands-free juga akan membantu," jelasnya. 

5. Mata merah
Menatap layar ponsel selama berjam-jam bisa menyebabkan mata jadi kering. Tak cuma itu, hal ini akan menyebabkan mata jadi merah. Mata yang merah disebabkan oleh pembuluh darah yang bengkak atau melebar. Kondisi ini bisa dihindari dengan cara beristirahat cukup dan tidak menatap layar ponsel terlalu lama.
Sumber :

Senin, 19 Agustus 2013

Keseringan Main Facebook Bikin Hati Resah, Ini Buktinya

Pasalnya,
Facebook tidak akan menjamin kebahagiaan Anda. Begitulah kesimpulan penelitian terbaru dari University of Michigan, seperti yang diwartakan AFP, Kamis (15/8/2013).
Disimpulkan dalam penelitian tersebut, semakin sering orang ber-Facebook, semakin sedikit kebahagiaan yang mereka rasakan.
"Kelihatannya Facebook dapat menyediakan media untuk memenuhi kebutuhan manusia akan koneksi sosial," ujar Ethan Kross, pemimpin studi dan psikolog sosial dari University of Michigan, AS.
"Bukannya memberikan kesenangan, Facebook malah memberikan sebaliknya. Facebook membuat suasana hati semakin buruk," ujar dia lagi.
Sebanyak 82 orang dewasa yang memiliki akun Facebook dan aktif menggunakannya dijadikan responden.
Untuk mengukur kesubjektifan responden, para peneliti mengirimkan pesan ke akun Facebook mereka lima kali sehari selama dua minggu. Selama studi berlangsung, para peneliti memonitor responden dengan menanyakan apa yang mereka rasakan,  cemas atau kesepian, dan seberapa sering berinteraksi secara langsung dengan orang.
"Semakin orang sering menggunakan Facebook, mereka semakin merasa tidak bahagia saat kami mengirimkan pesan. Semakin mereka menggunakan Facebook selama dua minggu, tingkat kepuasaan hidup mereka menurun," kata Ethan.
Ia menegaskan, penelitian ini hanya sebatas untuk pengguna Facebook saja. Ethan tidak bisa memastikan jika efek yang sama berlaku pada pengguna jejaring sosial lain.
"Selanjutnya, perlu ada penelitian yang meneliti apakah penemuan ini berlaku untuk jejaring sosial lainnya," jelas dia.

Kamis, 15 Agustus 2013

Khasiat Seks untuk Meremajakan Kulit(khusus dewasa)


Kulit yang cantik, cerah, dan awet muda, ternyata tak cuma bisa didapatkan melalui aneka perawatan yang mahal. dr David Weeks, seorang psikolog klinis di Inggris, mengungkapkan bahwa seks secara rutin bisa membuat Anda terlihat lebih muda. 

Studi terbaru yang dilakukan mantan kepala psikolog di Royal Edinburgh Hospital ini mengungkapkan bahwa dengan kehidupan seks yang aktif, laki-laki dan perempuan matang bisa terlihat lebih muda antara 5-7 tahun. Bagaimana cara seks meremajakan kulit?

1. Produksi molekul "antiagingmeningkat
"Ketika sedang berhubungan seks, Anda akan mengeluarkan molekul antiperadangan seperti oksitosin dan beta endorfin," kata dermatolog, dr Amy Wechsler.

Sebenarnya tanpa aktivitas seks, molekul ini akan tetap diproduksi. Namun seiring berjalannya usia, kemampuan kulit untuk melakukan perbaikan ini terus menurun. Salah satu jalan untuk mempercepat produksi molekul ini adalah dengan seks. Selain seks, aktivitas lain yang membantu melepaskan hormon oksitosin adalah melahirkan.

2. Kulit jadi lebih bersinar
Konsultan seks, Amy Levine, mengungkapkan bahwa hubungan seksual akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah stagnansi, memungkinkan kita merasa lebih hidup, dan membantu mengeluarkan keringat serta racun dari pori-pori tubuh. 

"Semua proses dan aktivitas selama seks ini diterjemahkan dalam ekspresi wajah (selama seks). Akhirnya ini akan memberikan pancaran cahaya ke kulit pascahubungan seks, dan mungkin juga akan membantu menangkal keriput," keta Levine.

Jangan juga sepelekan keringat yang keluar saat sedang bercinta. dr Wechsler mengungkapkan bahwa dengan berkeringat kulit akan jadi lebih bercahaya karena adanya peningkatan sirkulasi darah. Peningkatan sirkulasi inilah yang membuat kulit jadi berubah memerah segar. 

3. Mencegah kulit kering
Selain merangsang produksi oksitosin, bercinta secara rutin bisa meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Estrogen akan mencegah kekeringan dan meningkatkan elastisitas kulit. Apalagi jika didukung dengan penggunaan pelembab harian yang tepat.

4. Menghilangkan jerawat
Orang yang memiliki seks yang terjadwal biasanya memiliki ritme tidur yang lebih baik. Dan Anda pasti tahu kalau istirahat malam yang baik bisa membantu merawat kulit, dan menghindari terbentuknya jerawat.

"Jerawat terjadi ketika orang sedang stres atau kurang tidur. Ketika produksi molekul antiperadangan terbentuk setelah berhubungan, hal ini juga akan membantu mengobati jerawat," kata dr Wechsler. 

dr Wechsler merekomendasikan untuk berhubungan antara 2-3 kali seminggu agar terlihat awet muda. Namun seksolog, dr Jill McDevitt, mengungkapkan bahwa sebaiknya orang boleh bercinta sesering dan sebanyak mereka suka.

"Namun, bukan hanya karena ingin membuat Anda lebih muda, melainkan juga alasan lain yang lebih personal," ungkapnya.
Sumber :

Rabu, 07 Agustus 2013

Kebiasaan yang Bikin Wajah Jerawatan

Jerawat tak cuma timbul karena masalah kurang menjaga kebersihan kulit, pemilihan kosmetik yang salah, hormon, makanan berlemak, atau genetik. Ternyata, pemicu lainnya adalah faktor kebiasaan.

"Beberapa kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar bisa menimbulkan jerawat, atau bahkan membuat jerawat lebih parah," ungkap ahli kecantikan dari klinik BeYouTiful, dr Gloria Novelita, SpKK, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, menurut penelitian oleh Orkin pada tahun 1991, jerawat juga bisa timbul akibat trauma fisik seperti gosokan yang berulang. Gosokan yang kasar secara berulang-ulang akan menimbulkan luka fisik di wajah sehingga kulit jadi trauma dan menipis. Luka-luka tak terlihat ini akan membuat bakteri lebih mudah menginfeksi dan menimbulkan jerawat.

"Salah satu kebiasaan menggosok berulang ini adalah saat melakukan scrub wajah. Butiran scrub-nya bisa menimbulkan luka," jelasnya.

Untuk itu, Gloria menyarankan untuk tak terlalu sering melakukan scrub wajah. Selain itu, hindari memilih pembersih wajah harian yang mengandung scrub.

Memencet jerawat juga jadi satu kebiasaan yang bisa memperparah kondisi wajah yang berjerawat. Menurut penelitian Carnizares pada tahun 1993, jerawat yang sudah ada akan semakin memburuk bila dimanipulasi.

Manipulasi jerawat ini bisa dilakukan dengan cara memencet, tidak membersihkan wajah, disentuh terus-menerus dengan tangan yang kotor, dan lain-lainnya. Jika hal ini terus dilakukan maka, akan terjadi radang yang lebih hebat. Akibatnya, akan terbentuk luka parut atau lubang jerawat yang membekas.

"Ketika sudah berjerawat, rajinlah membersihkan wajah dan pakai obat jerawat. Sebaiknya jangan tutup jerawat di wajah dengan kosmetik, dan jangan dulu scrub wajah," sarannya.

warta:kompas.com
Editor :
Felicitas Harmandini