Halaman


Selasa, 06 Agustus 2013

Resep Bakso Sapi yang Enak dan Kenyal

Bakso Sapi yang Enak dan kenyal adalah harapan semua pembeli bakso. 
Tak jarang pembeli yang tidak puas dengan sajian bakso yang dipersembahkan 
oleh penjual oleh karena rasanya yang kurang pas dan tekstur bakso yang 
terbilang lembek. Padahal inilah yang menjadi kunci sukses berjualan bakso.

Resep Bakso Sapi yang Enak dan Kenyal
Walaupun ahir-ahir ini sempat beredar isu mengenai bahan pengawet 
yang sering dicampurkan dalam bakso seperti formalin dan boraks di tambah lagi
dengan adanya kabar bahwa ada sebagian penjual yang menambahkan daging 
babi atau minyak babi kedalam bumbu bakso 
membuat banyak konsumen di buat resah.

Tapi anda tak perlu khawatir, anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Bagi yang punya usaha jualan bakso tak perlu resah pula, 
tetap persembahkan yang terbaik buat pembeli dan tentunya halal 
kalo perlu berilah testimoni dari pembeli yang menyaksikan pembuatan bakso anda.

Nah berikut ini adalah Resep Membuat Bakso Sapi yang Enak dan Kenyal :

Pertama-tama, kita buat dulu baksonya. 
Bahan-bahan yang harus anda persiapkan adalah :
  • Daging sapi, 250 gram
  • tepung kanji, 50 gram
  • 1 sendok makan bawang putih (sudah digoreng)
  • 2 sendok makan bawang merah (sudah digoreng)
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 40 gr es batu, hancurkan
  • 2 liter air

Cara Membuat :
  • Campurkan daging sapi, tepung kanji, bawang putih, bawang merah, 
  • merica dan garam kedalam wadah. Bisa di uleni secara manual 
  • atau pun dengan menggunakan food processor atau blender.
  •  Giling sampai halus dan tercampur rata.
  • Tambahkan es batu jika adonan lemas dan sulit dibentuk.
  • Panaskan api kemudian rebus air sampai mendidih.
  • Genggam adonan bakso di atas kemudian tekan sampai muncul diantara ibu jari 
  • dan jari telunjuk. Potong menggunakan sendok, lalu masukan kedalam air panas.
  • Terus bentuk bakso sampai adonan habis.
  • Masak dalam api yang besar hingga semua bakso terlihat mengapung.
  • Jika sudah angkat.

Nah, sekarang kita buat kuahnya. Bahan-bahannya adalah 5 liter air dan
200 gram tulang sapi.
Sementara bumbunya terdiri dari :
  • 4 biji bawang merah (digoreng dan haluskan)
  • 5 siung bawang putih (digoreng dan haluskan)
  • 1/2 sendok makan bawang goreng, haluskan
  • kaldu sapi instan, 2 sendok teh
  • 2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan garam
  • 1/2 sendok teh lada
  • 4 batang daun bawang,  ambil bagian putihnya, iris halus
Cara Membuat kuah bakso :

Didihkan air, masukkan semua bahan dan bumbu secara bersamaan 
termasuk bawang merah dan bawang putih. 
Tunggu sampai mendidih dan tulang matang. 
Jika sudah matang, kecilkan api.
 Biarkan kuah tersebut tetap berada diatas kompor.

See more at: http://duniakulinernusantara.blogspot.com

Kamis, 01 Agustus 2013

Diet Makrobiotik, Turunkan Berat Badan hingga Selaraskan Jiwa

Diet makrobiotik mungkin masih asing di telinga Anda. Metode diet ini digunakan oleh penyanyi sekaligus aktris cantik Madonna untuk menjaga bentuk tubuhnya. Bahkan, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, dan aktris ternama Gwyneth Paltrow pun juga pernah mencoba diet makrobiotik ini. Lantas apa yang dimaksud diet makrobiotik ini?

Diet makrobiotik berawal dari filosofi Cina kuno yang mengajarkan keseimbangan "Yin" dan "Yang". Diet ini menitikberatkan pada keseimbangan jenis asupan makanan dengan mempertimbangkan faktor musim, iklim, aktivitas, jender, usia, untuk kesehatan, sekaligus untuk mencapai keselarasan jiwa dan raga.

Intinya adalah, pelaku diet makrobiotik percaya bahwa makanan yang dikonsumsi akan berdampak pada kesehatan dan kebahagiaan. Mereka juga merasa bahwa dengan memilih makanan yang bersifat alami (bukan makanan olahan) dapat meningkatkan kualitas hidup serta membantu menjaga atau menurunkan berat badan.

Dalam praktiknya, diet ini menganjurkan agar seseorang meningkatkan konsumsi makanan berserat, seperti padi-padian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan tertentu.

Daging merah, daging unggas, dan alkohol merupakan makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi oleh pelaku diet makrobiotik sedangkan minuman yang paling dianjurkan dalam diet makrobiotik adalah air putih dan teh.

Diet ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan asupan makanan yang berunsur Yin dan Yang. Makanan Yin diklasifikasikan sebagai makanan yang dianggap dingin, manis, dan pasif, sedangkan Yang adalah kebalikannya, yaitu makanan yang terkesan panas, asin, dan agresif.
Makanan "Yin" dan "Yang"

Sesuai dengan filosofinya, diet makrobiotik mengklasifikasikan makanan sesuai dengan karakter Yin dan Yang.

Kelompok padi-padian dianggap makanan dengan Yin dan Yang paling seimbang. Contohnya adalah beras putih, beras merah, gandum.

Dalam makanan sehari-hari, kelompok padian-padian ini jumlahnya harus 50 – 60 persen dari makanan lain. Pasta dan roti tanpa ragi masih diperbolehkan untuk dikonsumsi sesekali.

Adapun makanan berunsur Yang biasanya terdapat pada jenis sayur-sayuran segar dengan jumlah 25 – 30 persen dalam setiap sajian. Contohnya adalah kubis, brokoli, kembang kol, pok coy, lobak, bawang, dan labu. Sementara seledri, daun selada, jamur, kapri, dan buncis cukup dikonsumsi 2-3 kali seminggu. Proses memasak sayuran boleh dikukus atau ditumis dengan menggunakan minyak zaitun.

Makanan berunsur Yang lainnya adalah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan rumput laut yang boleh dikonsumsi sebanyak 5-10 persen dalam satu sajian.

Kembali pada filosofi Yin dan Yang yang menitikberatkan pada penyatuan kehidupan dengan alam, maka pelaku diet makrobiotik tidak menggunakan kompor listrik atau microwave saat memasak, karena cara tersebut bisa menghilangkan kandungan gizi dalam makanan yang dimasak. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kayu bakar atau gas.

Meski makanan berunsur Yin sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun, ada beberapa makanan berunsur Yin, yang terlalu ekstrem dan harus dihindari oleh pelaku diet makrobiotik, yaitu telur, susu, keju, dan mentega.

Apakah diet makrobiotik aman?

Beberapa pertanyaan pun muncul seiring berkembangnya diet makrobiotik di kalangan para selebriti. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah diet makrobiotik benar-benar baik untuk kesehatan?

American Cancer Society menyatakan bahwa diet makrobiotik terlalu rendah protein dan kadar kalorinya tidak cukup untuk membantu penderita kanker pulih lebih cepat pasca-operasi atau kemoterapi.

Ini cukup masuk akal mengingat diet makrobiotik tidak dianjurkan mengonsumsi daging dan produk susu sebagai sumber protein terbesar. Jika tujuan Anda untuk meningkatkan massa otot maka peluang keberhasilan Anda cukup tipis.

Penyediaan bahan makanan yang selalu segar sepertinya akan menjadi kendala selanjutnya di tengah kesibukan yang tiada henti bagi pelaku diet makrobiotik.

Namun di sisi lain, diet ini dapat memberikan pilihan makanan rendah kalori yang bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Selain itu, sumber karbohidrat yang ditawarkan dalam diet makrobiotik ini adalah karbohidrat kompleks (lambat cerna) yang dapat membantu Anda kenyang lebih lama dan mencegah Anda untuk makan berlebihan.

So, jika Anda tertarik mencoba diet makrobiotik sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk mengetahui apakah diet ini sesuai dengan kebutuhan Anda, atau hanya karena ingin mengikuti tren semata.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 31 Juli 2013

Isi Ramadan, Siswa Keperawatan PKL di RSUD Subang


subang-ada berbagai cara dalam mengisi Ramadan. Melakukan berbagai ibadah, menjadi yang utama. Namun bagi siswa kelas XII SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang jurusan Keperawatan, ada yang beda pada bulan Puasa kali ini.
Sekitar 190 siswa Keperawatan ini menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, mulai 8 hingga 31 Juli 2013. Salah satunya dilakukan di RSUD Kabupaten Subang di kawasan Ciereng Subang Kota.
Hampir sebulan penuh yang bertepatan dengan bulan Puasa, mereka menjalani tugas layaknya perawat. Padahal di saat yang sama, remaja seusia mereka mengisi Ramadan dengan berkumpul bersama teman dan keluarga. Namun menjalankan puasa, sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka dalam melaksanakan tugas.
Layaknya perawat sungguhan, setiap hari mereka masuk kerja dengan dibagi tiga shift. Shift pagi, para siswa ini masuk mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Lalu shif siang, pukul 13.00-21.30 WIB. Dan yang paling berat shiftmalam, mulai pukul 21.30 hingga 07.00 WIB.
Salah seorang siswi PKL, Anggi Marini Putri mengaku senang bisa menjalankan PKL di RSUD Subang tersebut. Karena dia dan rekan-rekannya banyak mendapatkan pengalaman baru yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Apalagi, tugas-tugas sebagai perawat tersebut sangat mendukung cita-citanya yang ingin menjadi dokter.
"Mungkin karena ingin jadi dokter, saya ngejalani PKL ini dengan senang hati. Bahkan tak terasa, saya bersama teman-teman sudah PKL selama satu bulan," ujar Anggi saat ditemui di Ruang Mawar kelas 3 RSUD Subang, Rabu (31/7).
Siswi kelas XII-1 Keperawatan ini mengaku, memang pada awal memasuki Ramadan, terasa berat dalam menjalankan tugas sebagai perawat di rumah sakit. Selain tugas yang harus dilakukan cukup berat, selama sebulan ini dia pun harus jauh dari keluarga karena untuk sementara kos di dekat RSUD.
"Saya harus berbuka dan sahur dengan rekan-rekan PKL di tempat kos atau rumah sakit, padahal biasanya bareng keluarga di rumah," imbuh Anggi.
Kendati demikian, Anggi mengaku senang menjalankan tugasnya tersebut. Pasalnya, selain belajar menjadi perawat, dirinya juga bisa membantu sesama, khususnya pasien RSUD.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Subang dr Dwinan Marchiawati mengaku, meskipun memasuki Ramadan, kegiatan di RSUD berjalan seperti biasanya, termasuk menerima dan membina para siswa SMK Kesehataan yang melakukan PKL. "Kami tetap memberikan pelayanan seperti hari -hari biasa saja," ucapnya singkat. [den]

warta:inilahkoran.com

kue donat ala amerika yang terkenal akan hadir di indonesia


Donat, yang sangat populer sebagai salah satu menu sarapan di Amerika,
ternyata sangat memungkinkan untuk diolah menjadi hidangan baru. Baru-baru ini,
warga Amerika keranjingan dengan kreasi donat yang unik dari Ansel Soho Bakery. Cronut,
begitu namanya,
diperkenalkan mulai 10 Mei 2013 lalu. Bakeri milik Dominique Ansel ini memperkenalkan kreasi donat yang dibuat dengan adonan croissant (pastry ala Perancis).
Karena menggunakan adonan croissant, donat ini memiliki lapisan-lapisan tipis di dalamnya. Karena itu, rasanya jadi berbeda dengan donat biasa yang teksturnya kenyal. Cronut terasa renyah (namun tetap lembut) karena lapisan pastry-nya. Cronut boleh dibilang camilan setengah donat,
setengah croissant. Untuk membuatnya, awalnya Anda harus membuat lapisan croissant. Kemudian, adonan dibentuk bulat seperti donat dan difermentasikan.
Lalu, digoreng dengan minyak biji anggur pada suhu tertentu. Setelah matang
cronut ini disajikan dengan tiga cara pilihan, yaitu ditabur dengan gula, diisi dengan krim,
atau diglasur. Seperti dikutip dari website bakery-nya, chef Dominique mengungkapkan bahwa keseluruhan proses pembuatan cronut memakan waktu tiga hari. Seperti dilansir Policymic.com, sejak awal diluncurkannya cronut sudah menyita perhatian masyarakat Amerika
khususnya New York. Seperti layaknya antri untuk membeli tiket konser, masyarakat rela berbaris di bakeri Ansel yang terletak di 189 Spring Street, New York.
Ratusan orang berdiri mengular di sepanjang jalan sejak dua jam sebelum bakeri ini dibuka. Untuk memastikan semua pelanggan yang sudah mengantri kebagian cronut,
Dominique menerapkan beberapa aturan. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli dua buah cronut. Satu buah cronut dijual dengan harga 5 dollar (sekitar Rp 51.000).
Meski donat ini sangat populer, namun aturan yang menetapkan setiap orang hanya bisa membeli dua potong dan antrian yang panjang membuat banyak orang ingin bermain curang.
Seperti dikutip dari Fox News, cronut dijual di pasar gelap dengan harga 40 dolar (sekitar Rp 400.000). Huffington Post juga mengungkapkan fakta seorang pengusaha menyediakan layanan joki antrian cronut. Satu potongnya pun dihargai 80 dollar (sekitar Rp 820.000).
Di Indonesia sendiri, tren cronut ini sudah tercium. Namun, Denny Herdian Ardiwinata,
National Trade Marketing Manager Fonterra Foodservices mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada bakeri yang memiliki menu ini. "Dalam waktu dekat, cronut wave ini akan mulai di Indonesia. Donat ini memang enak dan chef pastry Indonesia bisa kok membuatnya," jelas Denny, saat diskusi "Berbisnis Pastry dan Kue Secara Inovatif dan Kompetitif” di Jakarta, beberapa waktu lalu

sumber:KOMPAS.com